Siap Gelar Company Matching Tahap 2, Kemenkop Bidik Serap Rp500 Triliun

Jakarta: Pemerintah menegaskan potensi pembelian produk dalam negeri melalui belanja pemerintah mencapai Rp1.481 triliun. Angka tersebut terdiri dari anggaran kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp526 triliun, pemerintah daerah sebesar Rp535 triliun, dan BUMN sebesar Rp420 triliun.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk melaksanakan kegiatan showcase dan enterprise matching lanjutan atau tahap 2 di Jakarta pada April 2022.

&nbsp



Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, business enterprise matching pada tahap 1 yang dilakukan oleh Kemenperin berhasil mencatatkan komitmen belanja dalam negeri sebesar Rp219 triliun.

“Di April ini, kita target enterprise matching tahap 2 dapat mencatatkan komitmen sebesar Rp500 triliun. Kita melakukan beberapa perbaikan untuk mencapai concentrate on ini, salah satunya waktu kita perpanjang jadi enggak cuma tiga hari saja. Kita juga mendorong agar para UMKM ini dapat masuk ke e-katalog LKPP,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Pelaksanaan Business enterprise Matching Tahap 2, secara virtual, Rabu, 6 April 2022.

Lebih lanjut, Hanung menambahkan Kemenkop UKM juga akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mendukung pelaksanaan enterprise matching mandiri di daerah. Hal ini dilakukan dengan pengisian RUP sehingga mencapai 100 persen dan menggunakan produk dalam negeri, khususnya UMKM.

“Kegiatan small business matching ini bertujuan agar K/L dan pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan pengadaan barang/jasanya dan mempertemukan dengan produk UMK dan Koperasi serta produk dalam negeri,” tegas Hanung.

Dalam pelaksanaannya nanti, Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan serangkaian kegiatan yang mendukung pelaksanaan acara Showcase dan Enterprise Matching Tahap 2, di antaranya melakukan sosialisasi bersama Kemenkomarves, Kemenpar, Kemendagri, Kemenperin dan LKPP kepada K/L dan Pemda untuk menginformasikan agar K/L dan Pemda dapat melakukan business enterprise matching mandiri atau terdesentralisasi.

Selain itu, K/L dan Pemda juga dapat melakukan pengisian lanjutan RUP atau menambahkan produk-produk yang dapat dipenuhi dari dalam negeri dan UMK hingga 20 April 2022.

“Kemenkop UKM juga akan melakukan sosialisasi pembiayaan berjaminan SPK PBJ kepada perbankan oleh OJK. Juga sosialisasi kepada Market Bela Pengadaan. Kami juga mendorong pendaftaran UMK ke E-Katalog dan bela Pengadaan melalui Coaching Klinik dan/atau TOT (Seluruh K/L dan pemda),” tuturnya.

Hanung menambahkan pihaknya juga akan melakukan penyusunan katalog produk, di mana Pemda/Dinas Koperasi diharapkan dapat membuat Katalog Produk Lokal, Kemenkop UKM akan membuat Katalog Produk Tematik dan Substitusi Impor, dan Asosiasi akan membuat Katalog Produk.

“Pada 11-23 April 2022 akan diselenggarakan Showcase Tematik dengan menghadirkan produk-produk yang selama ini dinilai belum dapat dipenuhi oleh UMKM. Juga akan diselenggarakan kegiatan Enterprise Matching dengan mengundang K/L untuk memaparkan hasil Organization Matching mandiri yang telah dilakukan dan hasil tersebut akan dilaporkan kepada Bapak Presiden,” ujar Hanung.

Hanung berharap pelaksanaan enterprise matching dapat berjalan sukses. Pihaknya pun akan mengoptimalkan potensi pengadaan barang dan jasa bagi produk dalam negeri dan UMKM, serta penguatan fungsi kolaborasi untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

(HUS)&#13