Pupuk Indonesia Integrasikan Human Funds Administration Technique

Jakarta, IDN Moments — Menjajaki usia ke satu dekade, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus melakukan transformasi di segala lini, termasuk di bidang sumber daya manusia (SDM) atau human capital administration method. Upaya transformasi tersebut dilakukan untuk mewujudkan insan Pupuk Indonesia menjadi insan berkelas dunia atau environment course human money.

Direktur SDM, Tata Kelola, dan Manajemen Risiko Pupuk Indonesia, Tina T Kemala Intan, menyebutkan bahwa perusahaan memiliki tiga strategi untuk mewujudkan perusahaan dengan world class human money. 

Pertama, memperkuat organisasi melalui strategi talent yang lebih baik dengan sistem rotasi. Kedua, memperkuat expertise sourcing, variety, engagement, dan afiliasi kepada Pupuk Indonesia. Dan ketiga, menciptakan kultur yang kolaboratif dan higher executing.

1. Pengelolaan SDM jadi termonitor dengan baik

Pixabay.com/kaboompics

“Untuk mendukung upaya tersebut, saat ini kami sedang mengembangkan Human Capital Information Process atau HCIS. Dengan sistem ini, pengelolaan human cash di seluruh Pupuk Indonesia grup dapat termonitor dengan baik karena saling terintegrasi,” ujar Tina.

Lebih lanjut Tina menyebutkan bahwa tujuan lain dari HCIS adalah agar proses bisnis bidang human money dapat berkontribusi maksimal terhadap pencapaian sasaran perusahaan. Saat ini anggota keeping Pupuk Indonesia telah memiliki sistem pengelolaan human money masing-masing. Sistem ini telah memiliki sejumlah modul seperti manajemen organisasi, administrasi, waktu dan perjalanan, dan sebagainya. 

Namun sistem tersebut belum mencakup modul penting lainnya seperti expertise acquisition, instruction management, occupation growth, expertise enhancement, expertise mobility, succession management, dan sebagainya. Untuk itu, penerapan aplikasi HCIS ini diharapkan dapat mengintegrasikan sistem pengelolaan talenta di Pupuk Indonesia grup secara lebih komprehensif.

2. Sistem SDM berbasis manajemen talenta dan kinerja

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Pupuk Indonesia Integrasikan Human Capital Management SystemPixabay.com/FirmBee

Dengan solitary platform tersebut, Pupuk Indonesia akan memiliki sistem SDM berbasis manajemen talenta dan kinerja. Salah satu manfaatnya adalah mempermudah perpindahan talenta antar perusahaan di Pupuk Indonesia grup. Baik dari keeping ke anak perusahaan atau sebaliknya, hingga perpindahan talenta di antara anak perusahaan (talent sourcing dan variety). Sehingga sistem ini akan membuat peta karir talenta menjadi lebih luas. Selain tentunya dapat meningkatkan sinergi atau engagement di lingkup Pupuk Indonesia grup.

“Selain peluang karir diperluas, karena sekarang peta karir karyawan tidak lagi hanya di satu perusahaan, tetapi bisa berkarir lintas perusahaan di seluruh Pupuk Indonesia grup,” jelas Tina.

Dalam menyiapkan SDM berkelas dunia tersebut, Pupuk Indonesia fokus kepada peningkatan kompetensi untuk mampu menghadapi tantangan di kemudian hari. Upaya ini dilakukan dengan menerjunkan para Best Talent untuk melakukan berbagai job kunci untuk mendukung peningkatan EBITDA. Sekaligus mendorong dihasilkannya terobosan inovasi yang dilakukan unit kerja atau tim.

Pupuk Indonesia juga terus berkomitmen untuk meningkatkan jumlah dan kualitas top expertise tersebut. Kemudian mempersiapkan dan mempercepat dalam menghasilkan kader-kader unggul. Hal ini mengingat sebesar 85% talenta di Pupuk Indonesia grup adalah generasi milenial.

3. Miliki beberapa program untuk kembangkan SDM

Pupuk Indonesia Integrasikan Human Capital Management SystemPexels/Ketut Subiyanto

Selain plan Leading Talent, Pupuk Indonesia juga memiliki program Talent Muda berusia 42 tahun ke bawah, hingga Expertise Perempuan. Hal ini diwujudkan melalui pembentukan BUMN Muda dan Srikandi Pupuk Indonesia. Tujuannya untuk menjadi wadah bagi para expertise agar dapat mengaktualisasikan kemampuannya, sekaligus mendukung kesetaraan gender bagi para expertise perempuan untuk dapat memiliki kesempatan berkarir yang sama seperti kaum pria.  

Lebih lanjut, Tina menyebutkan bahwa berbagai upaya tersebut turut diperkuat dengan penerapan budaya atau core values AKHLAK dari Kementerian BUMN. Untuk menjalankannya, perusahaan telah memiliki roadmap penerapan budaya AKHLAK, yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. 

“Dengan penerapan human funds management program yang terintegrasi tersebut, maka dapat mempercepat penciptaan kultur yang kolaboratif dan substantial performing,” ujar Tina. (Net)