Property Business Pengolahan Limbah Aluminium di Jombang Ditutup Paksa

Jombang

Industri rumahan pengolahan limbah aluminium di Desa Kendalsari, Sumobito, Jombang ditutup paksa tim dari Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penutupan dilakukan karena tidak mengantongi izin pemanfaatan limbah.

Penutupan paksa dilakukan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) dari Balai Gakkum KLHK wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas juga menyegel tempat pengolahan sekrap aluminium tersebut dengan memasang garis PPLH pada akses masuknya.

“Karena tidak ada izin pemanfaatan. Selanjutnya, pemilik kami minta koordinasi dengan DLH Jombang,” kata petugas PPLH Balai Gakkum KLHK Jabalnusra kepada wartawan di lokasi, Rabu (27/4/2022).

Penutupan paksa industri rumahan milik Triyono (30) ini tanpa ada perlawanan. Penyegelan disaksikan Triyono, pemilik lahan, Umar, serta perangkat desa setempat.

Kepala Desa Kendalsari, Mulyadi menjelaskan, home sector milik Triyono baru beroperasi sekitar 6 bulan. Menurutnya, selama ini ada 5 pekerja yang mengolah limbah pengecoran aluminium menjadi aluminium batangan. Kegiatan usaha Triyono menghasilkan limbah B3 yang berbau menyengat saat terkena air.

“Bahan bakunya limbah pengecoran aluminium dari Jakarta melalui pihak ketiga. Prosesnya ditumbuk, diayak, setelah lembut dilebur lagi dengan api menjadi lempengan aluminium. Yang jadi masalah limbah akhir yang sudah jadi abu yang baunya tidak enak kalau kena air,” jelas Mulyadi.

Sementara itu, usai penutupan, Triyono enggan berkomentar lebih lanjut terkait usahanya. Ia hanya menyebut pihaknya akan berupaya mengurus perizinannya ke pihak terkait.

“Nanti kami urus ke pihak terkait dulu bagaimana baiknya. Kapasitasnya sedikit, baru produksi,” tandas Triyono.

Simak Movie “Heboh Warga Tandu Jenazah Lewat Jalan Berlumpur di Jombang
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)