Promoting Sales Solid, Saham CTRA Dinilai Punya Prospek Menarik pada Tahun Ini

ILUSTRASI. Sales menawarkan rumah dalam pameran Indonesia Propety Expo 2019 di Jakarta, Minggu (28/7). KONTAN/Baihaki/28/7/2019

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Ciputra Growth Tbk (CTRA) berhasil membukukan marketing and advertising gross sales yang sound pada kuartal I-2022. Solidnya catatan tersebut diproyeksikan akan terus berlanjut pada sisa tahun ini.

Tercatat, emiten properti ini mengantongi internet marketing product sales sebesar Rp 1,9 triliun atau naik 4% secara calendar year on 12 months dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, rumah tapak menjadi kontributor terbesar dengan total penjualan mencapai 90% dari keseluruhan advertising and marketing revenue.

Analis CGS CIMB Sekuritas Aurelia Barus dalam risetnya pada 11 April menuliskan, perolehan advertising profits tersebut sudah inline dengan proyeksinya karena sudah memenuhi 25% dari estimasi CGS CIMB Sekuritas yang sebesar Rp 7,8 triliun.. 

Ia menyoroti tingginya pertumbuhan penjualan di luar pulau Jawa yang naik 106% secara yoy menjadi Rp 789 miliar. Kontribusinya terhadap overall penjualan juga meningkat dari sekitar 24% pada kuartal-kuartal sebelumnya menjadi 40% pada kuartal I-2022. Pertumbuhan penjualan ini seiring dengan imbas kenaikan harga komoditas belakangan.

Baca Juga: Laba Sejumlah Emiten Asuransi Naik, Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

“Sementara untuk penjualan di Pulau Jawa hanya sebesar Rp 1,2 triliun atau turun 22% secara tahunan. Menurut kami, turunnya angka tersebut lantaran minimnya peluncuran proyek baru, yang hanya lima proyek dan menghasilkan penjualan Rp 385 miliar,” tulis Aurelia dalam risetnya. 

Walau begitu, Aurelia meyakini CTRA memiliki potensi perbaikan penjualan di Pulau Jawa dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini seiring dengan rencana manajemen yang akan meluncurkan proyek baru CitraRaya Tangerang dan CitraLand Surabaya.

Secara keseluruhan, dia meyakini CTRA tidak akan kesulitan mencapai focus on promoting income yang ia proyeksikan pada tahun ini. Pasalnya, CTRA dinilai sebagai emiten properti yang memiliki portofolio proyek paling terdiversifikasi. Selain itu, penjualan di luar Pulau Jawa diyakini juga masih akan tumbuh imbas dari kenaikan harga komoditas. 

Faktor lainnya adalah tren permintaan unit dengan harga yang lebih tinggi punya momentum yang bagus pada tahun ini. Aurelia mencatat, pada kuartal I-2022, CTRA membukukan advertising revenue untuk unit dengan harga Rp 2 miliar ke atas sebesar Rp 1,1 triliun atau naik 36% secara yoy. 

Bahkan, segmen ini juga mencatatkan kontribusi penjualan yang lebih tinggi, yakni sebesar 54% terhadap full internet marketing sales.

Baca Juga: Analis Artha Sekuritas Rekomendasikan Sell Saham PWON, TLKM, dan KLBF, Ini Alasannya

Dari sisi harga saham, Aurelia melihat memang ada kekhawatiran dari pelaku pasar terhadap sustainabilitas pertumbuhan marketing product sales emiten properti seiring dengan efek superior base pada tahun lalu. 

“Namun, dengan berbagai katalis tadi, kami memperkirakan CTRA setidaknya bisa mencapai pertumbuhan marketing and advertising gross sales sebesar 5% pada tahun ini,” imbuhnya. 

Pada tahun ini, Aurelia memproyeksikan CTRA bisa membukukan pendapatan sebesar Rp 8,22 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,35 triliun. Ia pun mempertahankan rating insert untuk saham CTRA dengan focus on harga Rp 1.600 for each saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Free of charge!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.