Ini Penyebab Advertising and marketing Product sales Metropolitan Land (MTLA) Turun 10% di Kuartal I-2022

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja pra penjualan (advertising revenue) PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) kurang memuaskan di kuartal I-2022.

Direktur Keuangan MTLA Olivia Surodjo menuturkan, pada kuartal pertama tahun ini, hasil marketing profits Metropolitan Land turun.  “Terjadi penurunan 5%-10% dari periode yang sama tahun sebelumnya,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (4/4).

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, pada kuartal I 2021, Metropolitand Land membukukan promoting profits sebesar Rp 275 miliar.

Lebih lanjut Olivia bilang, penurunan marketing sales di tiga bulan pertama tahun ini karena lonjakan kasus Omicron yang membuat tingkat kunjungan ke proyek-proyek dari calon konsumen turun drastis.

“Sebab pembelian rumah masih memerlukan psychological bonding untuk melihat proyek secara langsung kemudian memutuskan pembelian,” terang Olivia.

Baca Juga: Laba Bersih Metropolitan Land (MTLA) Tumbuh 36,62% Sepanjang Tahun 2021

Walau begitu, Olivia melihat seiring penurunan jumlah kasus, tingkat kunjungan kembali naik. Karenanya, Metropolitan Land akan tetap mengejar concentrate on internet marketing product sales dengan mengoptimalkan penggunaan digital channel, promo-promo, dan didukung dengan plan Pemerintah insentif PPN DTP.

Di sisi lain, suku bunga acuan lender masih rendah. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Dari advertising sales yang telah dikumpulkan, MTLA melihat produk Metland Cileungsi dan Metland Cibitung yang menjadi kontributor utama perseroan. Menurutnya, hal itu didorong harga dari keduanya yang berada di bawah Rp 1 miliar.

“Ini juga sesuai dengan goal sector kami, stop user yang sebagian besar adalah very first property purchaser atau initial jobber,” sebut Olivia.

 

Pada kuartal II-2022, MTLA terus menggenjot pemasaran dengan portofolio produk yang dimilikinya. Yaitu, Cluster Lisse di Metland Cibitung dengan kisaran harga Rp 600 juta, Cluster Aimara dan Adenia di Metland Cileungsi dengan kisaran harga Rp 500 juta – Rp 700 juta, Cluster New Auckland di Metland Transyogi dengan kisaran harga Rp 800 juta dan Metland Tambun dengan kisaran harga Rp 900 juta.

Sedangkan, untuk produk-produk di atas Rp 1 miliar ada di Metland Puri Cluster Oxalis dengan kisaran harga Rp 1,3 miliar dan Metland Menteng mulai dari Rp 2 miliar.

Perseroan juga tengah mempersiapkan peluncuran klaster-klaster baru di Metland Tambun, Metland Transyogi, Metland Menteng, Metland Puri, Metland Cyber City, Metland Cileungsi dan Metland Cibitung. “Kami juga menambah beberapa fasilitas rekreasi baru di Grand Metropolitan dan Shopping mall Metropolitan Cileungsi,” sebutnya.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Bidik Pendapatan dan Laba Bersih Tumbuh Dobel Digit di 2022

Pada awal tahun ini, Olivia menyebut MLTA masih fokus untuk pembangunan infrastruktur proyek yang sedang berjalan.

“Full belanja modal yang sudah dikeluarkan sampai dengan Februari 2022 sebesar Rp 50 miliar dari total spending budget tahun 2022 sebesar Rp 650 miliar dengan penggunaan sebagian besar untuk pembangunan infrastruktur proyek berjalan dan akuisisi lahan,” paparnya.

Dengan berbagai strategi di tahun ini, Olivia berharap dapat mengejar goal internet marketing gross sales yang telah dicanangkan di awal tahun. Adapun MTLA membidik advertising sales sebesar Rp 1,8 triliun di tahun 2022.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Retailer.