HIPMI Maluku Buka Komunikasi Organization Matching Dengan IIPC Singapore

SINGAPORE, Tribun-Maluku.Com:  Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Azis Tunny, menggagas dilakukannya Business Matching dengan trader Singapura saat melakukan kunjungan ke Indonesia Financial commitment Promotion Centre (IIPC) di Singapura, Jumat (15/4).

Menurutnya, pintu masuk investasi di Indonesia adalah Singapura. Banyak sekali investor di negara ini, bahkan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia yang tertinggi berasal dari Singapura.

“Tidak perlu kita jauh-jauh ke Eropa atau Amerika untuk mencari trader, Singapura yang sangat dekat dari Indonesia, banyak investornya yang berinvestasi di Indonesia. Bahkan dibanding negara-negara lain, nilai investasi dari Singapura yang paling terbesar sepanjang tahun 2021 lalu,” kata Azis.

Berdasarkan facts Kementerian Investasi RI/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Singapura di Indonesia mencapai US9.390,1 juta atau setara dengan Rp135,15 triliun.

“Tadi saya sudah bicara dengan Direktur IIPC Singapura Pak Muhammad Faizal, agar kedepan Maluku akan melakukan company matching dengan investor Singapura, berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, BUMD, dan para pengusaha di daerah,” katanya.

Pertemuan enterprise matching ini, kata Azis, dapat dilakukan secara langsung, maupun secara digital. “Untuk langkah awal, mungkin kita lakukan secara webinar, dan bila ada minat dari trader Singapura, baru kemudian dilakukan secara langsung, termasuk mengundang trader Singapura melakukan on the location di Maluku,” ujarnya.

Menurutnya, IIPC Singapore dapat menjadi jembatan penghubung investasi Singapura ke Indonesia, termasuk Maluku.

Peran IIPC Singapore, kata dia, selain proaktif melakukan kampanye pemasaran investasi dan memberikan informasi investasi, juga memfasilitasi misi investasi dari Singapura ke Indonesia, sekaligus mendorong realisasi investasi.

Dikatakannya, sejumlah kluster sumberdaya potensial yang dimiliki Maluku dan menarik minat investasi ke daerah yakni sektor perikanan, pertanian, pertambangan, dan pariwisata. Keempat kluster usaha ini juga menjadi fokus Pemerintah Provinsi Maluku saat ini.

“Hasil kunjungan ini akan saya laporkan juga ke Gubernur Bapak Murad Ismail, termasuk ke dinas teknis terkait. Ini bisa menjadi option untuk kita datangkan investor ke Maluku,” harapnya.

Azis mengatakan, meskipun juga terdampak pandemi world Covid-19, namun peningkatan konsumsi domestik di Maluku berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku tumbuh secara positif di angka mencapai 5,33 persen.

“Hal ini menjadi sinyal positif bahwa perekonomian di Maluku telah berangsur pulih. Dengan adanya upaya meningkatkan performa pemerintah dalam pelayanan investasi, saya memastikan iklim berinvestasi dan berusaha di Maluku akan semakin kondusif,” kata Azis.

Untuk itu, lanjut dia, segala peluang investasi yang dapat membawa dampak positif bagi tumbuhnya ekonomi di daerah mesti di dorong.

“Peran dan partisipasi ini juga harus lakukan sektor swasta, yang berkolaborasi dengan pemerintah untuk menarik sebanyak-banyaknya trader ke Maluku. Ini sudah menjadi komitmen kami di HIPMI untuk membantu pemerintah,” tandasnya.