BCA Mengumumkan Kenaikan Tarif PPN 11% Layanan Prosperity Management

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Financial institution Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11% pada layanan prosperity administration. Kenaikan ini sesuai Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) Nomor 7 Tahun 2021.

Executive Vice President Secretariat & Company Interaction BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA sebagai perbankan nasional berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan di tengah tahap pemulihan akibat pandemi. “Salah satunya terkait dengan kebijakan penerapan PPh dan PPN untuk layanan prosperity administration,” kata Hera, Kamis (7/4). 

Oleh karena itu, BCA berkomitmen untuk senantiasa memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan nasabah dan memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi solusi investasi maupun asuransi kapanpun dan di manapun. “Baik melalui cabang maupun di channel electronic Wealth Management BCA yaitu aplikasi Welma yang juga disertai beragam penawaran menarik,” jelasnya. 

Baca Juga: BCA Siapkan Uang Tunai Rp 58,12 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri

Seperti diketahui, layanan prosperity administration BCA dikenakan tarif PPN dari 10% menjadi 11%. Pengenaan tersebut masuk dalam biaya sewa Secure Deposit Box (SDB) atau Robotic Secure Deposit Box (RSDB). Misalnya untuk biaya transaksi reksadana, saat ini sudah termasuk PPN dan tidak terdapat kenaikan biaya. Adapula biaya pencetakan surat konfirmasi transaksi dan laporan berkala reksadana.

 

Selain itu, terdapat biaya transaksi obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) di Pasar Sekunder. Kemudian biaya transaksi instrumen Lender Indonesia (BI). BCA mengingatkan bahwa perubahan tarif PPN 11% ini dihitung dari besarnya biaya layanan atau biaya jasa atau biaya administrasi dan lainnya. Perubahan tarif ini berlaku mulai 1 April 2022.