Bangun Ekosistem Korporasi dalam Korean Url Business, KB Bukopin Buka Jalan Menuju Bank Worldwide

loading…

Foto: Doc. PT Financial institution KB Bukopin Tbk

JAKARTA – KB Bukopin terus berinovasi membangun ekosistem korporasi melalui Korean Url Company. Inisiasi bisnis yang didukung oleh KB Kookmin Lender selaku Top Shareholder ini berfokus pada perusahaan berbasis Korea yang beroperasi di Indonesia.

Ekspansi bisnis tersebut meliputi penyaluran kredit (lending), penghimpunan dana (funding), bank garansi, serta fasilitas trade finance seperti LC, SKBDN, dan standby LC. Langkah ini merupakan salah satu upaya KB Bukopin yang didukung oleh KB Kookmin Bank untuk menjadi lender world wide ke depannya.

Seperti diketahui, KB Kookmin merupakan bagian dari KB Money Group. Lender ini tercatat sebagai bank dengan pencapaian internet income terbesar di Korea sepanjang 2019.Hingga 31 Desember 2019, full aset KB Economic Team diketahui mencapai KRW789,6 triliun (sekira Rp9.326 triliun).

Hingga saat ini, KB Kookmin Lender terus mengembangkan bisnis ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia., salah satunya melalui Korean Url Business enterprise. Hingga Q1-2022, sebanyak 51 perusahaan Korea yang telah terjaring dalam Korean Url Business KB Bukopin, 44 di antaranya dalam penghimpunan dana (funding) dan 7 lainnya dalam penyaluran kredit (lending) dan trade finance.

Tak tanggung-tanggung, sejak Korean Backlink Business dijalankan pada Q1-2021, tingkat penghimpunan dana (funding) meningkat Rp6,3 triliun menjadi Rp7,8 triliun. Sementara penyaluran kredit (lending) sampai dengan 31 Desember 2021 telah mencapai Rp420 miliar.

Masuknya KB Kookmin Bank ke Bukopin memberikan optimisme yang tinggi bagi pelaku usaha Korea Selatan di Indonesia. Sebab, saat ini ada sekitar 2.000 perusahaan asal Korea Selatan, dan 190 perusahaannya merupakan nasabah Kookmin di Korea Selatan. Hal ini disampaikan oleh President Director KB Bukopin Chang Su Choi.

“Dengan kolaborasi KB Kookmin Financial institution dan KB Bukopin, Financial institution fokus pada strategi ‘Korean company as anchor business’, dengan membangun ekosistem value chain and offer chain serta payroll dan layanan perbankan dalam konsep a single stop provider,” ucapnya.

Adapun perusahaan berbasis Korea yang telah menjadi nasabah Korean Link Business enterprise di antaranya seperti Lotte Team, LG Electronics, Hyundai, Hankook Tire, Lock&Lock, dan sebagainya.

Berbagai perusahaan ini kemudian membentuk sebuah ekosistem korporasi yang mencakup berbagai sektor seperti perusahaan manufaktur (baju dan tekstil, komunikasi, transportasi, dan elektronik, minyak, kimia, plastik, kertas, makanan dan minuman) sampai industri hiburan (teater movie atau bioskop). Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat terdapat lebih dari 2.000 perusahaan asal Korea Selatan yang berada di Indonesia, baik skala kecil maupun besar.