5 UMKM Method Electronic Imaginative Entrepreneurs Telkomsel Dapat Modal Usaha Rp 200 Juta

Menurutnya, layanan 3G menghasilkan internet yang lebih lambat ketimbang 4G. Selain itu, ketika pelanggan menggunakan 3G untuk menelepon, pada saat yang sama mereka tidak bisa menggunakan koneksi online.

Sementara pada 4G, pelanggan bisa tetap melakukan koneksi online dengan tethering dan bertelepon menggunakan VoLTE (voice over LTE) secara bersamaan.

“Itulah alasan utama Telkomsel update 3G ke 4G, karena dengan 4G ditambah dengan VoLTE, pengalaman pengguna meningkat secara signifikan,” tutur pria yang karib disapa Nugie, dalam pengecekan proses upgrading BTS 3G ke 4G di Telkomsel Clever Workplace Jakarta, Rabu (6/4/2022) malam.

Alasan kedua adalah melakukan inovasi guna efisiensi operasional perusahaan. Maksudnya begini, Telkomsel kini memiliki layanan 2G, 3G, 4G, hingga 5G. Menurut Nugie, layanan 2G, 3G, dan 4G yang berjalanan bersamaan dianggap sebagai duplikasi yang tidak perlu.

Menurutnya layanan suara bisa diberikan dari 2G. Sementara untuk information bisa memakai 4G dan 5G.

“Jadi buat apa 3G? Karena untuk memastikan terus memimpin, kami harus terus berinovasi agar operasional lebih efisien, jadi kami memutuskan hanya ada layanan 2G untuk panggilan suara, serta 4G dan 5G untuk konektivitas details,” tuturnya.

Dengan mengalihkan BTS 3G ke 4G, Telkomsel tidak perlu memelihara teknologi yang sifatnya sudah tidak diperlukan. Kini sumber daya Telkomsel bisa difokuskan untuk mengembangkan use circumstances lainnya.

Efisiensi lainnya terkait dengan spektrum frekuensi. Sebagai sumber daya yang bersifat terbatas, Telkomsel perlu memastikan spektrum yang terbatas ini dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman pelanggan yang maksimal.

(Tin/Isk)