2 Perusahaan Asset Administration Maybank dan Pospera Di Putus Bersalah Dengan Denda Miliran Di Korupsi Jiwasraya

 

BERITA SUBANG – Dua perusahaan asset administration di putus bersalah oleh Pengadilan Tipikor dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya dengan denda masing-masing sebesar Rp 1 milyar keatas dan membayar uang pengganti diatas Rp 5 miliar. Kedua perusahaan itu yakni PT Maybank Asset Management dan PT Prospera Asset Management.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya mengatakan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta pada Senin 11 April 2022 terdakwa korporasi PT Maybank Asset Management tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana Dakwaan Kedua Primair dan Dakwaan Kedua Subsidiair.

Baca Juga: Kejati Kalbar Diduga Salah Lelang Aset Terpidana Jiwasraya Heru Hidayat

“Namun, terdakwa korporasi PT Maybank Asset Administration terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tipikor sebagaimana dalam dakwaan kesatu primair Jaksa Penuntut Umum,” ujar Ketut dalam keterangannya, Jakarta, Selasa 12 April 2022.

Pada putusan majelis hakim itu terdakwa korporasi PT Maybank Asset Administration sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan jika terdakwa korporasi tersebut tidak mampu membayar denda tersebut paling lambat satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa Penuntut Umum dan dilelang untuk menutupi denda tersebut.

“Menghukum Terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp5.706.224.070,60. Menjatuhkan pidana tambahan pencabutan hak terdakwa dalam menjalankan kewajiban investasi selama lima bulan dan pencabutan ijin produk Reksadana MDES,” ungkap dia.

Baca Juga: Kasus Mirip Jiwasraya Hantarkan Deligasi FH UGM Raih Juara I Legal Impression Competitors FH Usakti

Sementara terdakwa korporasi PT Prospera Asset Administration dalam kasus yang sama majelis hakim menyatakan terdakwa korporasi PT Prospera Asset Management tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan TPPU sebagaimana dakwaan kedua primair dan dakwaan kedua subsidiair.

Namun, menyatakan terdakwa lorporasi PT Prospera Asset Administration terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi sebagaimana dalam dakwaan kesatu Primair JPU.